POST DETAIL

Senin, 11 Juli 2016 - 13:46

Hanya Dengan Lulusan SD Jadi Juragan Pakaian di Tanah Abang

illustrasi penjual baju di tanah abangMataWanita.Com-Untuk mencapai kesuksesan perlu kerja keras dan kegigihan selain dari factor keberuntungan. Dalam dunia bisnis, banyak faktor yang memengaruhi kesuksesan seseorang. Tiap orang punya proses yang berbeda dalam mencapai kesuksesan. Salah satunya Anna, wanita ini hanya mengenyam pendidikan hingga bangku sekolah dasar (SD). 

Namun, tak ada yang mengira kini hidupnya sudah berubah total. Ia kini menjadi salah satu pedagang sukses di Tanah Abang, Jakarta. Semua itu berawal dari semangat Anna, yang begitu besar untuk mengubah nasibnya.

“Dulu saya adalah pegawai konveksi, jadi saya buat baju untuk orang lain. Saya berpikir, kapan saya bisa punya usaha sendiri,” kata istri dari Darwin itu.

Tiap uang yang ia dapat, Anna selalu menyisihkannya. Uang ini akan ia jadikan modal untuk merintis usahanya sendiri. “Ketika saya ikut orang, saya juga belajar bagaimana cara untuk berdagang sendiri,” ungkap Anna.

Akhirnya, Anna mulai merintis usahanya setelah kerusuhan 1998.

Di tokonya, Anna berdagang pakaian spandek. Kemudian, pada 2009, Anna mulai masuk bisnis pakaian dengan bahan denim. “Saya memilih bahan denim karena sifatnya yang abadi, karenanya saya juga ubah nama toko saya yang awalnya bernama Bille menjadi Zeal, yang berarti semangat saya,” tutur Anna.

Untuk bahan, Anna langsung mendatangkannya dari Bandung. Sementara rancangan pakaian, semuanya berasal dari rancangannya sendiri, yang kemudian dilanjutkan pada CMT (Cut, Make, Trim) atau jasa makloon untuk dikerjakan.

Meski tak sekolah fashion secara khusus. Anna punya strategi khusus untuk mengetahui apakah rancangannya akan laku atau tidak. “Jadi, dari satu rancangan, saya tidak akan langsung membuatnya dalam jumlah banyak. Ketika saya coba jual dan ternyata laris, baru saya akan buat dalam jumlah banyak,” beber Anna.

Lama berdagang di Tanah Abang, Jakarta membuat Anna tahu bagaimana perilaku konsumennya. Termasuk kapan konsumennya ramai berbelanja, yakni ketika menjelang Ramadan.

“Tahun ini berbeda dari tahun lalu, biasanya di bulan kedua orang sudah ramai berbelanja, tahun ini mundur sebulan,” kata wanita 41 tahun itu.

Bila Ramadan tiba, Anna mengaku sampai kewalahan menghadapi pesanan dari pelanggan, bahkan sering kali kekurangan. “Stok barang saya sering tidak cukup. Jadinya saya seperti utang barang pada pelanggan,” ungkapnya.

Namun, kini Anna sudah punya solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Beruntung, di kampungnya, Majenang, Jawa Tengah, banyak yang sebagai penyedia jasa makloon.

Sembari berbagi rezeki, Anna memberdayakan para penyedia jasa makloon itu untuk membantunya memproduksi pakaian. Anna memasarkan produk miliknya dengan harga di kisaran Rp 75-Rp 155 ribu.

“Selain di Jakarta, saya juga ada (CMT) di Majenang. Kini saya sudah jarang kekurangan stok barang lagi. Ini menjadi cara saya membangun kepercayaan dari pelanggan,” katanya.

Anna mengakui, kepercayaan pelanggan merupakan hal yang sangat mahal harganya. Tak heran, dengan pelayanan yang prima, Anna kini punya pelanggan di Surabaya, Purwokerto, Bandung dan Kudus. Bahkan, produknya sudah merambah sampai ke Malaysia dan Filipina.

Berkat kerja kerasnya, saat ini Anna sudah punya empat toko. Di mana dua toko dengan status hak milik dan sisanya sewa. Soal tren, Anna juga mengaku terus mengikuti tren yang sedang ramai di pasar.

“Rancangan baru juga bisa datang ketika saya tiba-tiba mendapat inspirasi ketika sedang jalan-jalan,” tutur Anna.

Tak sampai di situ. Kini, Anna juga mulai merambah ke bisnis makanan dan minuman. “Saya masuk bisnis ini karena memang saya suka makan. Jadi, saya buat saja rumah makan,” pungkasnya. (e/km)


 

MOST POPULAR